my college life is more pathetic than the stories of my favourite tv series.quote hari ini tuh.
here i am, in the corner of a classroom, alone.
sambil mikir nggak henti-hentinya, 'ini kenapa bisa jadi kayak gini siiih?'
si Rachel Berry aja di NYADA masih sama akang Brody ganteng itu.
nah sayaaa?
totally pathetic.
saya masih belum bisa move on dari pergaulan SMA.
bukan masalah homogen nya. kalo dilihat dari satu sisi, justru lingkungan PWK ini seharusnya lebih bersahabat. a fresh start. dengan latar belakang yang berbeda-beda. dengan kondisi ekonomi yang beragam pula. nongkrong di pinggir jalan dengan uang 5 ribu juga bisa. bukan seperti dulu, yang harus ke mall lalu nonton-makan-shopping yang minimal habis 100 ribu setiap kali jalan.
tapi...
kenapa jadinya seperti ini?
dimana semua orang seakan ingin ikut campur masalah orang lain.
menurut saya sih, itu namanya bukan kebersamaan, tapi kepo -_____-"
stereotip sekali. kalo kamu nggak ikut mayoritas... berarti kamu bakal dikucilkan. kamu nggak ikut itu, nggak ikut ini... say goodbye to your social life.
saya, dulu, sewaktu SMA, betah di sekolah. ikut kepanitiaan ini-itu. toh saya nggak ngerecokin teman-teman SBI saya untuk juga ikut kepanitiaan IPM. saya juga nggak menuntut teman-teman IPM saya untuk bisa berbaur dengan teman-teman SBI. karena memang saya sadar, dua kubu teman itu sudah beda lingkungan. lalu? ya sudah, dijalani saja. saya tidak mengucilkan teman SBI yang tidak ikut IPM. saya juga tidak mengucilkan teman IPM yang tidak SBI. simpel, kan?
jujur, dulu saya masuk jurusan ini, dengan ekspektasi dan semangat yang tinggi. siap ikut BEM. siap ikut ini-itu. siap jadi koordinator angkatan. siap berbaur dengan seluruh civitas, mulai senior sampai karyawan. seperti dulu di SMA. tapi, perlahan semangat itu luntur. ekspektasi yang dipasang terlalu tinggi. lingkungan yang tidak bersahabat...
mungkin saya juga yang salah. bukannya beradaptasi tapi sudah menarik diri. tetapi kejadian-kejadian dengan beberapa teman di kampus membuat saya muak. banyak sekali orang munafik di dunia ini, ya? sudah ditolong, bukannya berterima kasih, malah memfitnah yang tidak-tidak. jadi enggan rasanya, kapok, untuk kembali berbaur seperti dulu.
ya sudahlah, mau bagaimana lagi?
No comments:
Post a Comment