Friday, December 13, 2013

hey, kamu.
iya, kamu yang kalo pesen tahu tek nggak pake tahu tapi telornya dobel.
yang suka bangun kesiangan walaupun ada kuliah jam 6 pagi dan akhirnya minta tolong buat aku bangunin.
yang suka ribet setiap malem bingung mau makan bareng dimana.
yang rela antar jemput kapan pun dimana pun, mau jam 2 pagi sekalipun.
yang lebih ganteng kalo nggak keliatan mukanya di foto.
yang suka ngingetin 'jangan makan cepet cepet kalo sambil baca novel, ya...'
yang rela nganterin aku makan pedes-pedes walaupun akhirnya pesen level yang paling rendah soalnya kamu nggak doyan pedes.
yang selalu maksa nganter ke dokter kalo aku nggak enak badan.
yang suka ngomelin kalo udah terlanjur sakit gara gara keseringan makan pedes.
yang pasrah kalo tiba tiba diajak ke toko buku, walaupun kamu nggak suka baca.
yang tiba tiba suka narik ke toko atau pameran mainan, dan excited ngeliatin hot wheels sama gundam.
yang rela minjemin duitnya buat makan kalo aku belum dikirimin, dan jarang banget minta dibalikin.
yang (agak) rela dimarahin dan dijutekin kalo aku lagi PMS.
yang suka tidur di sofa ruang tamu rumah kalo lagi ngantuk banget.
iya, kamu.
mungkin seluruh kata terima kasih di dunia ini nggak akan bisa mengungkapkan rasa terima kasih aku ke kamu.
tetap di sampingku, ya?
love,
fika.

Wednesday, December 11, 2013

sampai sekarang masih bingung kenapa di kampus saya tercinta ini arogansi jurusan dan fakultas kuat sekali.
sering menjelek-jelekkan fakultas/jurusan lain, membanding-bandingkan (dalam konteks negatif), dan nggak jarang berujung ke perselisihan, bahkan tawuran.
dan budaya seperti itu sudah mendarah daging, diajarkan sejak ospek.
iya, cinta jurusan atau fakultas itu penting, tapi apakah cinta universitas itu tidak lebih penting?
perilaku arogansi seperti itu justru membuat jarak dan persaingan tidak sehat antar jurusan dan fakultas, dan menyebabkan tidak 'kompak' nya sebuah universitas.
perasaan bangga terbersit saat mengenakan jaket himpunan jurusan atau baju kerja badan eksekutif mahasiswa tingkat fakultas. sementara jas almamater universitas tergeletak berdebu di lemari. lembaga eksekutif mahasiswa tingkat universitas seakan tak berdaya menghadapi badan eksekutif tingkat fakultas yang notabene secara hirarki berada di bawahnya.
ada anggapan bahwa fakultas A lebih superior dibandingkan fakultas B, bahwa mahasiswa fakultas C diolok-olok oleh fakultas D karena ilmu fakultas C dianggap tidak penting dibandingkan fakultas D, hampir setiap pertandingan olahraga antar fakultas diwarnai kerusuhan karena kebetulan kedua finalis berasal dari fakultas yang menganggap dirinya masing-masing lebih baik dari lawannya sehingga mudah terprovokasi, di pemilihan dewan perwakilan mahasiswa banyak calon yang menjelek-jelekkan jurusan atau fakultas lain secara tidak sopan...
apa kalian tidak capek, teman?
kapan kalian sadar kalau semua fakultas dan jurusan di universitas kita ini sejajar dan memiliki ilmu yang sama pentingnya?
apa gunanya ilmu teknik tanpa ilmu ekonomi? apa gunanya ilmu perikanan tanpa ilmu administrasi? apa gunanya ilmu kedokteran tanpa ilmu teknologi informasi?
kita semua saling membutuhkan. kita semua saling dibutuhkan. buang jauh-jauh pikiran sempit tentang egoisme dan arogansi. kalau mengatur dunia kecil kita di kampus saja masih belum mampu, lalu bagaimana nasib dunia yang sebenarnya, yang nantinya akan berada di tangan kita?