bukan, ini bukan cerita tentang patah hati.
aku masih mencintainya, dan dia juga masih mencintaiku.
ini cerita tentang kerapuhan diri.
sebuah sisi yang belum pernah aku ungkap sebelumnya...
jujur, aku takut.
selama 2 tahun ini aku secara tidak sadar telah membangun sebuah dinding. dinding ini menyembunyikan perasaan dan emosiku yang sesungguhnya dari orang lain di sekitarku.
tetapi berada di dekatnya, telah membuatku sangat nyaman dan akhirnya aku memutuskan untuk merobohkan dinding itu.
aku mulai berbagi dengannya dan menceritakan semua perasaanku.
rasanya sangat mudah untuk menjadi diriku sendiri disampingnya. fika yang manja, apa adanya... fika yang tidak pernah dilihat semua orang sebelumnya.
dia memahami semua perasaanku, tingkah lakuku, bahkan jalan pikiranku yang terkadang susah untuk dimengerti.
aku bahkan pernah menangis di depannya, hal yang sebenarnya sangat aku hindari.
tetapi, salah satu sudut hatiku berbisik, 'hal ini tidak akan terjadi selamanya. ingat, dia pernah meninggalkanmu. bersiaplah untuk kemungkinan terburuk. jauhi dia. bangun kembali dinding pembatas itu... apalagi dia jarang berbagi denganmu. apa kamu tidak merasa merepotkan dia jika hanya kamu yang membagi semua ceritamu?'
tetapi aku sudah terlanjur merasa nyaman dengan keadaan ini, sehingga aku mengacuhkan pikiran itu.
sampai suatu saat, dia berkata 'nggak usah berlebihan lah... biasa aja.'
aku tersentak. ternyata hatiku benar. selama ini aku terlalu nyaman dengan keadaan ini...
sekarang, perlahan aku kembali memulai untuk membangun dinding itu, walaupun sebenarnya aku enggan. aku tidak siap untuk hal ini. aku berada di keadaan nyaman itu terlalu lama...
seharusnya aku tahu mulai awal.
seharusnya aku tidak membuka diriku seperti itu...
bisakah aku mengulang waktu?
sudut hatiku bertanya kembali 'memangnya, jika kamu bisa mengulang waktu, apa yang akan kamu lakukan? menolak dia?'
bukan itu yang akan kuubah, hey, aku sayang dia! tetapi jika memang aku bisa mengulang waktu, mungkin aku akan menjaga dinding pembatas itu. aku akan merobohkannya pelan-pelan, bukannya merobohkan semuanya sekaligus seperti yang telah aku lakukan.
dan jika kamu membaca ini, tenang, aku tidak menyesali semua yang terjadi. aku tetap sayang kamu, tidak ada yang berubah. hanya saja, mungkin setelah saat ini, aku akan sedikit menutup diri. sedikit menjauh darimu. hanya sedikit, karena sebenarnya aku enggan untuk melakukan itu...
tetapi jika itu yang kamu inginkan, aku akan melakukannya :)
No comments:
Post a Comment